Help baby Samuel
January 22, 2009 by papa
Singapore merupakan tempat tujuan yang populer dari orang Indonesia yang ingin berobat. Hari minggu lalu saya bersama mantan rekan gereja saya di Hong Kong berkesempatan untuk menjengguk seorang bayi yang menderita Liver Hemangioendothelioma. Oleh karenanya dia harus dirawat di ICU sampai 5 bulan. Dibawah adalah sharing selengkapnya dari orang tua-nya:
Samuel Ryan RaozenNUH Ref Number : XJ 31549316 bulan bayi laki-laki Indonesia dengan Liver Hemangioendothelioma dan Gagal JantungSamuel adalah bayi usia 6 bulan yang didiagnosa dengan Hepatic / Liver Hemangioendothelioma ( ketidaknormalan/ tumor pembuluh darah ) yang menyebabkan jantungnya menjadi bengkak dan membuat Samuel memerlukan bantuan pernafasan dengan mesin ventilator.Saat berusia 1 bulan, Samuel terlihat dengan perut membesar dan sesak napas…Beberapa test yang dilakukan tidak memperlihatkan diagnosa penyakitnya secara tepat sehingga ia dirawat dengan pengobatan untuk virus dan bakteri. Tgl 17 Agustus 2008 , ia di evakuasi ke National University Hospital di Singapore dengan alat ventilator setelah tim evakuasi medis menemukan Samuel kesulitan bernafas dan mengalami pembengkakan jantung.Dalam pemeriksaan di NUH, terlihat ia mengalami gagal jantung dan pembesaran liver dimana liver mencapai 10 cm dari margin kanan ( batas liver normal sekitar 3 cm ).Ini hampir sebesar ukuran liver orang dewasa ! Dia juga mem iliki tumor kecil ( hemangioma ) di punggung.Akhirnya diperoleh diagnosa bahwa ia mengalami Hepatic Hemangioendothelioma dengan pembengkakan jantung.Echocardiografi memperlihatkan bahwa jantungnya normal hanya ia membengkak dikarenakan harus bekerja keras untuk menyuplai pembuluh darah yang sangat banyak di liver.Setelah mencoba dengan beberapa obat dan melakukan embolisasi dengan banyak koil di pembuluh darah liver, terlihat bahwa akhirnya liver Samuel memberikan respon yang baik terhadap kemoterapi dan obat propanolol..Tumor di punggungnya sudah hampir hilang dan livernya mencapai kondisi yang stabil.Secara klinis Samuel mengalami kemajuan yang baik namun ia sulit dilepaskan dari mesin bantu napas ventilator. Setelah dilakukan bronchoscope , terlihat ia mengalami bronchomalacia parah yang sangat mungkin disebabkan oleh tertekannya saluran napas oleh jantung yang membengkak. Akhirnya Samuel dipasang tracheostomi di leher dimana ia bernafas dengan bantuan mesin ventilator melalui lubang kecil di leher.Pertengahan November 2008,Samuel diperbolehkan keluar dari rumah sakit untuk rawat jalan. Selama rawat jalan, ia masih bernafas dengan bantuan mesin-mesin napas yang disewa. Ia juga menerima makanan melalui selang yang disalurkan dari hidung ke lambung / ususnya dengan bantuan mesin feeding pump yang juga disewa.Samuel selalu diawasi 24 jam dengan layar monitor khusus. Selama rawat jalan, kami tinggal di rumah famili di Singapore mengingat Samuel masih terus memerlukan cek up dan kemoterapi 1 minggu sekali. Beberapa kali Sam masih harus kembali menginap di ICU karena dugaan serangan infeksi.Terakhir tgl 3 Desember 2008 ia terpaksa dilarikan ke ICU lagi dengan ambulan karena hari itu ia mengalami 3 kali desaturasi dimana bayi menjadi biru, level Oksigen tubuhnya turun dan denyut jantungnya melemah. Dokter menduga ia mengalami infeksi paru-paru yang membuat dahaknya mengental dan beberapa kali menyumbat saluran napasnya.Kondisi Samuel kini lebih baik namun masih memerlukan perawatan lebih lanjut. Dokter ingin terus menjaga kondisi stabil Samuel dengan obat dan kemoterapi sampai ia berusia 12 - 18 bulan dimana pada usia ini tumor jenis ini akan mulai menyusut dan menghilang dengan sendirinya.Walaupun pihak keluarga telah berargumentasi beberapa kali, tim dokter tetap belum mengijinkan Samuel keluar dari ICU.Dokter berpendapat dengan dipasangnya tracheostomi di leher, Samuel yang masih bayi tidak dapat dirawat di ruangan biasa dimana pengawasan tenaga medis tidak mencakup 24 jam sehari.Mereka tidak dapat memperkirakan berapa lama lagi Samuel harus di ICU.Kami tidak pernah mengira bahwa Samuel harus dirawat begitu lama di ICU.Karena ini merupakan pengalaman pertama tim medis di Singapore ini untuk merawat Hemangioendothelioma di liver, dokter pun membantu kami dengan mencoba melakukan perawatan yang efisien dan mencarikan bantuan dana melalui staff social worker rumah sakit.Total tagihan Rumah Sakit kini telah mencapai SGD 220,000 lebih.Kami telah membayar sekitar SGD 100,000 dan yayasan JC di Singapore turut membantu SGD 40,000, menyisakan hutang minimal SGD 80,000. Pihak rumah sakit meminta agar kami melunasi sisa tagihan rawat inap yang pertama sejumlah SGD 40,000 dalam 6 bulan. Mereka juga menginginkan agar kami membayar tagihan selanjutnya secepatnya.Kami mengupayakan segala hal untuk dapat membayar tagihan rumah sakit yang terus melambung ke angka-angka yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya. Kami menjaminkan satu-satunya rumah kami di bank untuk mendapatkan uang pembayaran untuk rumah sakit.Ini adalah cara tercepat dibandingkan dengan mencoba menjual rumah di masa krisis ekonomi sekarang ini. Kami meminjam banyak uang dari pihak keluarga.Tidak sedikit pula saudara-saudara dan teman-teman yang membantu.Hanya tetap saja semua yang kami upayakan tidak mencukupi untuk membayar tagihan yang ada.Akhir minggu ini pihak rumah sakit ingin kami kembali melapor ke bagian keuangan mengenai perkembangan dana yang bisa kami kumpulkan. Dalam kebingungan kami, kami bertekad akan terus berusaha dan berdoa. Kami percaya Tuhan menyembuhkan Samuel. Bagian kami adalah berusaha terus mencari bantuan untuk menutupi biaya yang diluar jangkaun kami ini.Sebagai penutup, kami ucapkan banyak terima kasih untuk waktu dan perhatiannya. Apabila ada pihak yang memerlukan surat keterangan medis ataupun financial, kami akan menyediakannya sebagai bahan pertimbangan.
( Versi bahasa Inggris ada di http://babysamuel-richardraozen.blogspot.com/ )
Tergerak akan hal ini rekan saya menggerakan rekan-rekan lain untuk bersama-sama mengumpulkan dana untuk membantu keluarga ini. Berikut email encouragement dari dia:
Pls read the attached email below.
Last Sunday, I visited baby Samuel in NUH and I had the chance to pray for him. I also shared the Word to the mother, Hellen and talked to her to know more about their situation. I learnt there that Tante Maria and Oom Tek Houw have also visited them and prayed for them.
As stated below, the total hospital bill is S$220k (the cost was so high because Samuel has been in ICU for about 6 mths). They paid S$100k already and one of the Singapore foundations had paid S$40k. They are still short S$80k and the hospital wants them to pay at least S$40k in 6 months time. The hospital bill is way beyond their financial resources and therefore they need our help.
I want to draw your attention to two particular verses:
“He who has pity on the poor lends to the LORD, and He will pay back what he has given.” Pro 19:17
“But this I say: He who sows sparingly will also reap sparingly, and he who sows bountifully will also reap bountifully.” 2 Cor 9:6
I understand the current economic crisis has shaken many people’s faith and many people become worried about their jobs and more careful in what they spend. However, this is a great opportunity for us to tap into God’s promises and sow our seeds into the Lord. Yes, your job is uncertain, but His promises are sure. When we sow unto Him, God will bless you richly regardless whether you still have your job or not. He has many ways to bless us. Remember Isaac who sown the seed at the time where there was famine. Everybody else didn’t get any crop, but Isaac harvested one-hundred times what he sowed.
So with this, I would like to encourage all of us to open our hearts and to stretch your faith. Be an Unshaken Generation! If you have been tithing, give more and not less. Give out of love, liberally and cheerfully. When you do this, God will make all grace abound toward you and He will make you rich in every way (2 Cor 9:11).
Bagi mereka yang tergerak untuk membantu dapat langsung menyalurkannya ke rekening yang ada di blog-nya baby samuel http://babysamuel-richardraozen.blogspot.com/




Comments
Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!